Waspadai Politik Kebohongan jelang PILPRES 2019

POLITIK KEBOHONGAN JELANG PILPRES 2019

Presiden Joko Widodo menyinggung soal ‘Politik Kebohongan’ yang sering ia terima dari pihak – pihak yang menyerangnya dengan isu – isu kebohongan, mulai dari isu Agama, PKI dan Ekonomi

Baca : 4 isu utama yang digunakan untuk menyerang Jokowi

Pemilihan umum 2019 sudah dekat, semua pihak sudah mempersiapkan diri untuk mennyambut pesta demokrasi ini. Baik pemilihan legislatif maupun eksekutif masing – masing pihak sudah mempersiapkan segala sesuatu agar bisa menang di acara 5 tahunan ini. Khusus kali ini pemilu akan dilaksanakan serentak antara pemilihan legislatif dan presiden sehingga akan berbeda dengan pemilu sebelumnya.

calon presiden dan wakil presiden sudah ditetapkan yakni Jokowi – Ma’ruf Amin nomor urut 01 dan Prabowo – Sandi di nomor urut 02. Masing – masing kubu dalam pilpres sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan pemilu, dari kubu petahana menyiapkan hasil apa saja selama memerintah dan dari kubu penantang memberikan materi mengenai hal – hal yang perlu dikritik dari pemerintah saat ini, apakah sesuai dengan janji politiknya atau tidak.

Akan tetapi dalam politik segala sesuatu kadang dilakukan agar tujuannya tercapai, cara yang baik bolehlah dilakukan namun ada satu cara yang bisa dibilang ‘terlarang’ dan menjadi gangguan terbesar dalam kehidupan berdemokarsi kita.

Dalam berbagai kesempatan dan acara, Presiden Joko Widodo menyinggung soal ‘Politik Kebohongan’ yang sering ia terima dari pihak – pihak yang menyerangnya dengan isu – isu kebohongan, mulai dari isu agama, pki, ekonomi, dan sebagainya.

Menurut Jokowi hal ini sangat mengganggu dirinya karena pada kenyataan memang tidak ada yang sesuai dengan fakta dilapangan. Selain itu yang baru saja terjadi beberapa waktu ini ialah tindakan salah seorang aktivis dan juru kampanye paslon nomor urut 02 Ratna Sarumpaet yang harus berurusan dengan hukum karena dengan sengaja melakukan kebohongan publik sehingga mengakibatkan banyak tokoh politik yang termakan kebohongannya. Tentu hal ini tidaklah bisa dibenarkan, karena selain mengancam kehidupan demokrasi, juga bisa mengancam kerukunan antar masyarakat.

Baca:Hoaks Ratna Sarumpaet menimbulkan konflik Horisontal

Politik Kebohongan Dalam Beberapa Perspektif

Sebenarnya politik kebohongan ini memiliki banyak sisi yang harus disimpulkan secara mendalam. Dari statement Jokowi bahwa politik kebohongan ialah berita – berita bohong yang menyudutkan dirinya dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, berita tersebut bisa dibilang adalah buatan orang – orang yang tidak senang dengan keberadaannya di kursi pemerintahan, bolehlah jika mengkritik pemerintahan namun tanpa harus berbohong.

Disisi lain dilansir dari kompas kepada Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, ketika melakukan wawancara mengenai topik politik kebohongan ini beliau menyatakan bahwa sebenarnya politik kebohongan adalah refleksi dari dirinya sendiri (Jokowi), dimana banyak janji – janji politik pada waktu kampanye pilpres 2014 lalu banyak yang belum terealisasi, menurutnya hal itu sama saja dengan berbohong.

Dari beberapa versi politik kebohongan di atas juga memunculkan opini publik dari banyak pihak khusunya masyarakat dan warganet bahwa politik kebohongan bisa berarti berupa berita – berita bohong yang muncul di linimasa atau berupa janji politik waktu kampanye yang belum terealisasi hingga kini melalui hasil nyata yang jelas atau action yang dilakukan.

Namun dari semua itu bisa ditarik kesimpulan bahwa politik kebohongan adalah suatu upaya dari pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab untuk tujuan politik dengan melakukan kebohongan secara sengaja kepada masyarakat luas agar terpilih nanti menjadi presiden (dalam pilpres) atau mendapat kepercayaan masyarakat atas perkataan/perbuatan yang sebenarnya itu adalah kebohongan.

Kenapa Jelang Pilpres Kebohongan Dalam Politik Marak?

Kembali lagi kedalam persoalan pilpres ini, banyak hal – hal yang berupa kebohongan baik itu berita maupun tindakan nyata yang sifatnya berbohong, namun kenapa marak sekali ketika menjelang pilpres?

Secara sederhana politik ialah usaha – usaha untuk mencapai tujuan (kepentingan) tertentu, pilpres adalah ajang politik besar untuk mendapatkan tempat besar pula di pemerintahan, maka jika melakukan politik kebohongan adalah suatu hal yang legal, maka sudah pasti akan dilakukan oleh segala pihak demi tujuan/kepentingannya itu.

Banyak sekali berita bohong, hoax, dan mungkin bagi sebagian orang janji – janji politik yang tidak terealisasi adalah bagian dari politik kebohongan yang marak agar tujuannya sendiri tercapai dalam kontes politik kali ini. Intinya adalah politik kebohongan bisa sangat marak dilakukan asal demi tujuan politknya tercapai, selama pilpres belum dimulai pada 201 nanti bisa saja politik kebohongan masih dilakukan oleh pihak –pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. Hal ini tentu merugikan banyak pihak, termasuk rakyat yang tidak tahu menau soal politik karena kita tau pendidikan politik di Indonesia masih rendah dan kondisi politik juga belum stabil betul pasca reformasi.

Adu Ide dan Gagasan, Politik Jujur Kedepankan

Dalam prosesi pilpres, ada satu acara yang tidak boleh dilewatkan yaitu deklarasi kampanye damai pada selasa(/), yang mana salah satu isi acaranya ialah bersama – sama menangkal hoax dari kampanye yang akan dilakukan mengedepankan gagasan dan adu visi misi antar pasangan. Kedua belah pihak pun sepakat dengan hal ini, bahwa kontestasi politik harus berjalan tertib, damai, dan tanpa dibumbui dengan adanya hoax dan kebohongan.

Politik kebohongan adalah sesuatu hal yang tidak boleh dilakukan sekalipun itu niatnya baik atau terpaksa dilakukan, karena akibatnya sangat buruk bagi masyarakat karena bisa membohonig serta membodohi publik.

Dalam pilpres kedepan diharapkan hal ini tidak terjadi dan diganti dengan politik kejujuran dimana hanya visi misi, ide, gagasan dan kritik yang baik yang disampaikan dalam berpolitik atau berkampanye pada pemilihan presiden nanti, politik kebohongan mungkin adalah cara lama yang basi dan harus ditinggalkan karena zaman ini semakin maju dan rakyat juga akan semakin cerdas dalam memilih pemimpin dan masa depan berbangsa bernegara mereka.

Semoga dalam pilpres kedepan semuanya berlangsung damai aman dan terib, mari kita rayakan pesta demokrasi tanpa ada satupun unsur bohong dan kedepankan persatuan bangsa dan nasional yang sangat lebih penting dibandingkan apapun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *