Hoaks Ratna Sarumpaet menimbulkan konflik Horisontal

Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) mengingatkan agar peserta pemilu menghindari informasi yang belum tentu kebenarannya didalam berkampanye, terlebih hoaks yang sarat politik.
seperti berita terakhir ini, Ratna Sarumpaet seorang aktifis organisasi sosial belakangan ini menyebarkan berita jika beliau mengalami penganaiayaan yang menyebabkab beberapa lebam diwajahnya.
Kebohongan Ratna Sarumpaet terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan dan menemukan fakta fakta terkait ratna sarumpaet.
Beliau juga sudah mengakui tentang informasi yang telah dibuatnya soal penganaiayaan terhadap dirinya.
Disamping itu Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 juga sudah meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Indonesia. Prabowo juga merupakan korban dari kebohongn ratna Sarumpaet.
Sebagai akibat dari hoaks yang telah disebarkannya, ratna harus mempertanggung jawabkan sikapnya sesuai pasal 28 ayat 1 Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta pasal 15 Undang Undang nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP.
Saat ini Ratna sarumpaet sudah diamankan oleh petugas imigrasi sekaligus polisi pada kamis malam dibandara Soekarno Hatta saat hendak pergi ke chile untuk menghadiri acara “The 11 th women Playrights International”.
Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) telah resmi memberhentikan Ratna Sarumpaet Karena telah membuat berita bohong tentang penganiayaan dirinya.

Please follow and like us:
0

Satu tanggapan untuk “Hoaks Ratna Sarumpaet menimbulkan konflik Horisontal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *